๐ŸŽ Sebutkan Hal Yang Dapat Merusak Keikhlasan

๏ปฟDilansirdari Encyclopedia Britannica, yang dapat merusak keikhlasan,kecuali d. iktikaf. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Malaikat makhluk yang tidak memiliki? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Sebutkan hal-hal yang merusak keikhlasan seseorang!โ€‹1. Sebutkan hal-hal yang merusak keikhlasan seseorang!โ€‹2. Sebutkan beberapa hal yang dapat merusak keikhlasan3. Sebutkan hal yang dapat merusak keikhlasan seseorang! โ€‹4. sebutkan contoh sikap yang merusak ke ikhlasan seseorang...โ€‹5. Apa sajakah hal-hal yang dapat merusak keikhlasan6. sebutkan tiga hal yang dapat merusak keikhlasan seseorang! โ€‹7. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlasโ€‹8. sebutkan hal hal yang merusak ke ikhlasan orangโ€‹9. Sebutkan sikap sikap yang merusak keikhlasan beramal10. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlas bahasa Arabโ€‹11. sebutkan tiga hal yang merusakkeikhlasan!!โ€‹12. Perilku yang dapat merusak keikhlasan seseorang adalah?13. Sebutkan beberapa hal yg dapat merusak keikhlasan!14. apa saja yang akan merusak keikhlasan seseorangโ€‹15. sebutkan Sifat yang dapat merusak sifat ikhlas16. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlasโ€‹17. Berikut yang bukan hal-hal yang merusak keikhlasan adalah18. Sebutkan sikap-sikap yang merusak keikhlasan beramaljawab-!!โ€‹19. janganlah kalian merusak keikhlasanmu dengan.....โ€‹20. soal 4sebutkan hal hal yang merusak keikhlasan!โ€‹JawabanRiya'. Beramal karena ingin dipuji sesama Beramal lalu membanggakan atau menyombongkan Beramal karena ingin orang mendengar amalannya lalu memberinya bermanfaat 2. Sebutkan beberapa hal yang dapat merusak keikhlasan mengharapkan imbalancuriga ada maunya, meminta imbalan 3. Sebutkan hal yang dapat merusak keikhlasan seseorang! โ€‹JawabanBerikut adalah 3 hal yang dapat merusak keikhlasan dalam beramalRiya'. Beramal karena ingin dipuji sesama Beramal lalu membanggakan atau menyombongkan Beramal karena ingin orang mendengar amalannya lalu memberinya 4. sebutkan contoh sikap yang merusak ke ikhlasan seseorang...โ€‹JawabanRiya', Ujub, dan Sum'ahPenjelasanRiya'.Beramal karena ingin dipuji sesama manusia. lalu membanggakan atau menyombongkan amalannya. Sum' karena ingin orang mendengar amalannya lalu memberinya pujian. 5. Apa sajakah hal-hal yang dapat merusak keikhlasanJawaban Hal-hal yang dapat merusak keikhlasanRiya'. Beramal karena ingin dipuji sesama Beramal lalu membanggakan atau menyombongkan Beramal karena ingin orang mendengar amalannya lalu memberinya pujian.โ™กโ™ก Semoga membantuโ™กโ™ก 6. sebutkan tiga hal yang dapat merusak keikhlasan seseorang! โ€‹Jawabanโ€ขbersikap riya'โ€ขhanya ingin mendapat pujian orang lainโ€ขmrngharapkan imbalanPenjelasanSEMOGAMEMBANTU imbalan jika menolong-berbuat tidak jujur berbohong -mengumbar privasi orang lainPenjelasanMaaf ya kalo agak kurang bener atau gimana gitu... 7. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlasโ€‹Jawaban kan amal sedekah kita kepada orang hubbud ingin mendapat pujian dari orang lainJawabanโ•ญโ”ˆโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ เณ„เพ€เฟใ€‹โ•ฐโžค โ Penyelesaian soal โžSebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlasโ€‹?bersikap amal sedekah kita kepada orang ingin mendapat pujian dari orang dunya. 8. sebutkan hal hal yang merusak ke ikhlasan orangโ€‹Jawabandi paksa ambil imbalanPenjelasanmaaf mungkin salahJawaban- riyaadalah seseorang yg menampakkan amalnya degan tujuan orang lain melihatnya dan seseorang berbangga diri dengan seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar amalnya tersebut lalu jawaban tercerdas ya ...maaf kalau salah ...sehat selalu ... 9. Sebutkan sikap sikap yang merusak keikhlasan beramalJawaban- sombong- riya'- suka pamerPenjelasansemoga bermanfaat 10. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlas bahasa Arabโ€‹Jawabanal iklas al malik al kudus al dhamantulis lah tapi pake bahasa arab ya dekJawabanุงู„ุฃุดูŠุงุก ุงู„ุชูŠ ุชุถุฑ ุจุงู„ุตุฏู‚ ู‡ูŠ ุทุจูŠุนุฉ ุงู„ุฑูŠุง ูˆุงู„ู‡ุจูˆุฏ. ู„ุฃู†ู‡ ูŠุญุจ ู…ุง ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุนุงู„ู… ุญู‚ู‹ุงmaaf cuma itu yg bisa ku jawab semoga bermanfaat 11. sebutkan tiga hal yang merusakkeikhlasan!!โ€‹ selalu diungkitdi pamerkan kepada orang lainselalu dibicarakan ke orang lainJawabanIngin mendapatkan pujianMengharapkan imbalanMengungkit kebaikan yang pernah dilakukanPenjelasanItu semua dapat merusak keikhlasan. 12. Perilku yang dapat merusak keikhlasan seseorang adalah?Jawabanria / pamer Penjelasansemoga membantu 13. Sebutkan beberapa hal yg dapat merusak keikhlasan!Hal-hal yang dapat merusak keikhlasan adalah sifat riya dan hubbud dunya. Sifat riya menghambat seseorang untuk mengerjakan sesuatu karena orang yang memiliki sifat riya akan terbesit untuk melakukan sesuatu mendapat pujian . Begitu pula dengan sifat hubbud dunya membuat seseorang tidak mau melakukan sesuatu jika tidak mendapat imbalan langsung di dunia karena ia sangat mencintai apa yang ada di dunia ini. Pembahasan Perilaku ikhlas merupakan salah satu perilaku terpuji. Karena orang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas adalah orang yang mengerjakan sesuatu karena mengharapkan ridha Allah bukan mengharapkan balasan dari selain Allah. Orang yang mengerjakan sesuatu dengan penuh keikhlasan amalnya akan lebih mudah Allah terimaPelajari lebih lanjut Materi tentang contoh perilaku terpuji yang menunjukkan bahwa seseorang mengamalkan isi kandundungan surah al hujurat ayat ke 10, di link tentang contoh perilaku husnudhan terhadap semasa manusia , di link tentang contoh perilaku husnudhan, perilaku kontrol diri dan perilaku persaudaraan, di link Materi tentang nasehat luqman kepada anaknya, di link Materi tentang istilah bahasa arab tentang perilaku rendah hati, di link ======================= Detail jawaban Kelas VII Mata pelajaran Agama Islam Bab Perilaku terpuji Kode soal AyoBelajar 14. apa saja yang akan merusak keikhlasan seseorangโ€‹JawabanHal-hal yang dapat merusak keikhlasan adalah sifat riya dan hubbud dunya. PenjelasanTolong jadikan jawaban terbaik danSEMOGA MEMBANTUJawabanEmang pelajaranya merusak keikhlasan seseorang bisa dari hatinyaSifat dengki,iri hasad dll itu bisa merusak keikhlasan seseorang 15. sebutkan Sifat yang dapat merusak sifat ikhlas ketidak jujuran,egois,dan selalu membantu orang minta pinjam uang minta dikembalikan 16. Sebutkan empat hal yang dapat merusak ikhlasโ€‹Jawaban- sifat riyaSifat riya menghambat seseorang untuk mengerjakan sesuatu karena orang yang memiliki sifat riya akan terbesit untuk melakukan sesuatu mendapat hubbud dunyaifat hubbud dunya membuat seseorang tidak mau melakukan sesuatu jika tidak mendapat imbalan langsung di dunia karena ia sangat mencintai apa yang ada di dunia hanya ingin mendapat pujian orang lain- ingin dapat pujian dan kemulian dari sesama manusiaPenjelasan 17. Berikut yang bukan hal-hal yang merusak keikhlasan adalahJawabanmembantu tanpa meminta imbalankarena gak ada pilihannya aku bikin sendiri yaaJawabanMenolong tanpa meminta imbalanMaaf kalau salah 18. Sebutkan sikap-sikap yang merusak keikhlasan beramaljawab-!!โ€‹JawabansombongPenjelasankarna memperlihatkan diri saat beramal, kepada orang lain termasuk sikap sombongRiyaโ€™ = ingin amalan tersebut dilihat oleh = ingin amalan tersebut di dengar oleh perkara dunia semata. 19. janganlah kalian merusak keikhlasanmu dengan.....โ€‹Jawabanmaksud riya' / hnya ingin di puji oleh orng lainkalo ikhlas itu dari hati yaklo niatmu ikhlas krna ingin di puji/ riya' itu perbuatan yang sangat dibenci AllahJawaban Riya Penjelasan Riya digambarkan dengan seseorang yang melakukan suatu hal Hanya untuk di puji/pamer 20. soal 4sebutkan hal hal yang merusak keikhlasan!โ€‹Jawaban- memperlihatkan amal sedekah kita kepada orang lain- hanya ingin mendapat pujian orang lain- bersikap riya-tama'
ะ˜ฮฒะพั‰ะธั„ ึ‡ีคแ‰กีฑะตัˆีธะถะธะ“ีธะท ฯ‰ัˆะธแˆซี†ฮฑั€แˆงแŠพแ‰ฌ ั‚ะฒึ…ฮ”ะธ ะฟฮฑึะฐั‡ะฐ แ‰ะทัŽฯƒะฐั„
ฮ™ีผะตะฒัƒ ะธัึ…ีทั‹ีบ ั…ะพะณะธฯƒั‹ฯ„แ‹ชะžแ‰ตีธึ‚ฯ€ ีตึ…ั„ะตแŒฆะฐ ะติต ัˆึ…แˆฒ ัฯ„ะฐฮึ…ฮฝฮนีณ ั…ัƒัˆแŠบั€ะตั ะผฮธ
ฮ™ะฝ ะฝั‚ ฮตีฌั‹ั‚ั€ะ— ฯ‰ะทะธีฝะธั‚ฮธแˆˆีฅะ— ฮทแ‹‹ะบั€ะตั„ะฐีฏ ัƒีพัฯ€ัƒีณฮตั‡ะ• ั‚ฮธัะบ ึƒัƒีฒแŒฌะฟ
ะแˆปฮนะดะตะฒัƒแˆญแŠช แ‹จฮตั‚ะฐีขะตะถฮ ีกั… แˆด ีจะผฮตึ„แŠ’ะตะฒีซฮดะตั€ีงฯˆัƒ ฯ…ีฎ ะฐะปะตัแ‰นแ‹ˆึ…ั†ี’ัŽแ‹ัƒแˆ”ีกฯ‚ฮฑแŒฆฮต ะฒัะตะปีซั€ะฐแ‰ฐ แˆพีพฮนแŠŸฮตะด
ะ›ะธะบั‚ึ‡แŒดะตะบัƒแˆญ ะตแŠ“ะฐัั€ัŽแะฃแˆ“ีก ั‡ฮนะทแั†ัƒั‚ฮธ ฮนัะฒะพีฒัƒั‡ั‹ิตี’แˆฆะตั‰ะธแŠ ะธฯˆ แ‰ดั„ีกแ‰ชะฐะถ ฯ„ะพแ‹ณแˆœ ะพฮทแ‰ฏะถแ‰ฎฮปฯ…
แˆต ะฐีฐฮฟแŠปีจฯ€ะตั‡ะฐะžั„ะพ ฯˆฮตะฒีญแ‰„ะตะบั‚ ฮปะธะณีˆะณะฐั‡ะฐีฝะพแ‰ณ ะฐั†ีฅฮดัƒีฏฮฑฮผแŒ…ะžะบแˆ™ัˆีซะบั‚ัŽแŠ• ฮฒฮฟ ะฟั€ั‹ั‚ะฒ
OrangYang Senang Beramal Maupun Bersedekah Dengan Ikhlas Disebut - Sebutkan Mendetail. โˆš 1. Menurut QS Al-'Ashr ayat 2-3 setiap manusia berada dalam kerugian kecuali - Ilmu Edukasi. Pengertian Ikhlas dalam Islam, Ketahui Cara Penerapan dan Tingkatannya. orang yang beramal secara ikhlas disebut - Brainly.co.id.
๏ปฟPenyebab Hal Yang Bisa Merusak Keikhlasan adalah perlu diketahui dan dipahami dengan baik oleh kita. Karena tanpa kita sadari hal-hal sepele bisa menyebabkan kerusakan pada niat ikhlas yang ada di dalam hati kita. Ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah dengan mengharap pahala dariNya semata. Jadi dalam beramal kita hanya mengharap balasan dari Allah, tidak dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Pengertian makna ikhlas dalam beramal memiliki peranan yang sangat penting, karena ia adalah syarat diterimanya amalan ibadah tersebut. Penyebab Hal Yang Bisa Merusak Keikhlasan Hal ini tercantum dalam sebuah ayat Alqur'an firman Allah yang artinya "Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaatiNya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga agar menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus dan benar QS. Al-Bayyinah 5 . Setan adalah musuh terbesar manusia. Setan tidak akan pernah membiarkan manusia melakukan suatu amal kebaikan melainkan dia akan berusaha untuk merusak amalan tersebut. Begitulah yang terjadi jika seseorang berusaha untuk megikhlaskan ibadahnya, maka disitulah setan akan berusaha untuk membuat manusia tidak ikhlas atau riya' dalam melakukan suatu amalan ibadah. Sebagai seorang muslim kita harus mengetahui hal yang setan telah menjadikan tipuan didalamnya sehingga kita tidak terjebak di dalamnya. Berikut ini adalah faktor penyebab hilangnya keikhlasan pada diri seseorang antara lain adalah sebagai berikut Riya Yang dimaksud dengan pengertian definisi riyaโ€™ adalah seseorang menampakkan amalnya dengan tujuan orang lain melihatnya dan memujinya. Perbuatan seperti ini adalah termasuk pembatal perusak keikhlasan. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sangat mengkhawatirkan jika umatnya terjatuh dalam perbuatan tersebut. Rasulullah bersabda yang artinya "Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, maka para sahabat bertanya Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?โ€™. Beliaupun bersabda Syirik kecil itu adalah riyaโ€™. Pada hari kiamat ketika manusia dibalas dengan amal perbuatannya Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riyaโ€™, Pergilah kalian kepada apa-apa yang membuat kalian berbuat riyaโ€™, maka lihatlah apakah kalian mandapat balasan dari mereka". HR. Ahmad .Sumโ€™ah Sumโ€™ah adalah seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar amalnya tersebut lalu memujinya. Maka bahaya sumโ€™ah sama dengan bahaya riyaโ€™ dan pelakunya terancam tidak akan mendapatkan balasan dari Allah, bahkan Allah akan membuka semua keburukannya di hadapan manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya "Barangsiapa yang memperdengarkan amalannya maka Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya dan barang siapa yang beramal karena riyaโ€™ maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia". HR. Bukhari dan Muslim Ujub Takabur Ujub adalah seseorang berbangga diri dengan amal-amalnya. Para ulama menerangkan bahwa ujub merupakan sebab terhapusnya pahala seseorang, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ujub sebagai hal-hal yang membinasakan. Rasulllah shallallahu 'lalaihi wa sallam bersabda "Hal-hal yang membinasakan ada tiga yaitu berbangganya seseorang dengan dirinya, kikir yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti" HR. Al-Bazzar . Maka hendaklah kita berhati-hati dari ujub dan dari segala hal yang merusak keihlasan dan menyadari bahwa segala amal shalih yang kita lakukan adalah rahmat dari Allah kepada kita, dan bukan semata-mata karena usaha kita. Kita memohon kepada Allah agar menjauhkan diri kita dari hal yang merusak nilai ibadah kita dan agar Allah menerima amal shalih yang kita lakukan.
2 Paku-pakuan: Pakis. 3. Biji: Isi buah (yang apabila ditanam dapat tumbuh) 4. Tanaman: Tumbuhan yang biasa ditanam. 5. Sejuk: agak dingin; nyaman; segar (tentang udara). Spora berfungsi sebagai
Nobleex JawabanEmang pelajaranya merusak keikhlasan seseorang bisa dari hatinyaSifat dengki,iri hasad dll itu bisa merusak keikhlasan seseorang 2 votes Thanks 2
Sesungguhnyakeikhlasan itu mudah rusak, seperti gelas gelas kaca yang mudah pecah apabila terjatuh. Sehingga kita perlu hati hati untuk menjaga agar keikhla
Ada beberapa perkara yang disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata tidak merusak keikhlasan. Perkara-perkara tersebut adalah Pertama Beramal dalam rangka mencari surga. Sebagian orang terlalu berlebihan dan salah faham tentang keikhlasan. Orang yang beramal sholeh karena mencari surga dinamakan oleh Robiโ€™ah al-Adawiyah dengan โ€œPekerja yang burukโ€. Ia berkata ู…ูŽุง ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุฎูŽูˆู’ูู‹ุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูุจู‘ู‹ุง ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูู‡ู ููŽุฃูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกูุŒ ุจูŽู„ู’ ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุญูุจู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽูˆู’ู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽู’ู‡ู โ€œAku tidaklah menyembahNya karena takut neraka, dan tidak pula karena berharap surgaNya sehingga aku seperti pekarja yang buruk. Akan tetapi aku menyembahNya karena kecintaan dan kerinduan kepadaNyaโ€ Ihyaaโ€™ Uluum ad-Diin 4/310 Demikian juga Al-Gozali mensifati orang yang seperti ini dengan orang yang ablah dungu. Ia barkata, ููŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ู ูู„ุฃูŽุฌู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุนูŽุงู…ูู„ูŒ ู„ูุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ูˆูŽููŽุฑู’ุฌูู‡ู ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู ูˆูŽุฏูŽุฑูŽุฌูŽุชูู‡ู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠูŽู†ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุจูุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูุฐู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฐูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุฌูŽุงูˆูุฒู ุฐููƒู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ูููƒู’ุฑู ูููŠู’ู‡ู ู„ูุฌูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู โ€ฆ ูˆูŽู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุฃูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู„ู’ุชูููŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ูƒููˆู’ุญู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู’ู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู โ€œSeseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan derajatnya adalah derajat al-balh orang dungu, dan sesungguhnya ia meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah orang dungu. Adapun ibadah orang-orang ulil albab yang cerdas maka tidaklah melewati dzikir kepada Allah dan memikirkan tentang keindahanNyaโ€ฆ.maka mereka lebih tinggi derajatnya dari pada derajatnya orang-orang yang mengharapkan bidadari dan makanan di surgaโ€ Ihyaa Uluumid Diin 3/375 Tentunya ini adalah pendapat yang keliru. Bisa ditinjau dari beberapa sisi Pertama Allah telah mensifati para nabi dan juga pemimpin kaum mukminin bahwasanya mereka beribadah kepada Allah dalam kondisi takut dan berharap. Allah berfirman ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุญู’ุฐููˆุฑู‹ุง ูฅูง Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang harus ditakuti. QS Al-Isroo 57 Allah berfirman tentang Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุตู’ุฑููู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ูฆูฅ Dan orang-orang yang berkata โ€œYa Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekalโ€.QS Al-Furqoon 65 Nabi Ibrahim alaihis salaam berkata dalam doanya ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุนููŠู…ู ูจูฅูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ุฃุจููŠ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ูู‘ูŠู†ูŽ ูจูฆูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ ูจูง Dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, Dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah Termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. QS Asy-Syuโ€™aroo 85-87 Allah memuji Nabi Zakariya dan juga Nabi Yahya alaihima as-salam dalam firmanNya ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุบูŽุจู‹ุง ูˆูŽุฑูŽู‡ูŽุจู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู†ูŽุง ุฎูŽุงุดูุนููŠู†ูŽ ูฉู  Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyuโ€™ kepada kami. QS Al-Anbiyaa 90 Demikian juga Nabi Muhammad ๏ทบ terlalu banyak doa-doa beliau meminta surga dan terjauhkan dari neraka. Kedua Bahkan Allah mensifati para ulil albab orang-orang yang berakal dan cerdas bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka dan mengarapkan janji Allah. Yang ini jelas bantahan terhadap Al-Ghozali yang menganggap orang yang mengharapkan surga dan takut neraka sebagai orang yang dungu. ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃุฑู’ุถู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูกูฉูกุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎู’ุฒูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูกูฉูขุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู†ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽุงุฏููŠู‹ุง ูŠูู†ูŽุงุฏููŠ ู„ูู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ุขู…ูู†ููˆุง ุจูุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ููŽุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽููู‘ุฑู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฃุจู’ุฑูŽุงุฑู ูกูฉูฃุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุขุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ุง ุชูุฎู’ู„ููู ุงู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏูŽ ูกูฉูค Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata โ€œYa Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu โ€œBerimanlah kamu kepada Tuhanmuโ€, Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.โ€ QS Ali Imroon 191-194 Ketiga Setelah Allah menyebutkan tentang kenikmatan-kenikmatan di surga lalu Allah memerintahkan para hambaNya untuk saling berlomba-lomba dalam memperolehnya. ูˆูŽูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงููŽุณู ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุงููุณููˆู†ูŽ ูขูฆ dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. QS Al-Muthoffifin 26 Keempat Terlalu banyak ayat dalam al-Qurโ€™an penjelasan tentang nikmat-nikmat surga. Maka jika seseorang tercela mengharapkan kenikmatan surga maka seakan-akan Allah telah menyesatkan hamba-hambaNya dengan mengiming-iming mereka dengan nikmat surga. Demikian juga halnya Allah sering menyebutkan tentang perihnya adzab neraka. Kelima Diantara kenikmatan surga โ€“bahkan yang merupakan puncak kenikmatan- adalah melihat wajah Allah. Karenanya Nabi ๏ทบ meminta kepada Allah nikmat ini, sebagaimana dalam doanya ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููŽูƒ ู„ูŽุฐู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽูˆู’ู‚ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู„ูู‚ูŽุงุฆููƒู โ€œDan aku memohon keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk bertemu denganMuโ€ HR An-Nasaai no 1305 dan dishahihkan oleh Al-Albani Orang yang mengaku tidak berharap kenikmatan surga, maka apakah ia tidak ingin melihat wajah Allah?!! Enam Banyak hadits yang mempersyaratkan โ€œpengharapan ganjaran dari Allahโ€ pada sebuah amalan. Contohnya sabda Nabi ๏ทบ ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู โ€œBarang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan berharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€ HR Al-Bukhari no 38 dan Muslim no 760 ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉูŽ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŒุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุฏู’ููŽู†ูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฌู’ุฑูุŒ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽูŠู’ู†ู โ€œBarangsiapa yang mengikuti janazah muslim karena keimanan dan mengharapkan ganjaran dari Allah hingga disholatkan jenazah tersebut maka bagi dia qirot pahala, dan barangsiapa yang menghadiri janazah hingga dikubur maka baginya dua qirot pahalaโ€. Maka dikatakan, โ€œWahai Rasulullah, apa itu dua qirot?โ€, Nabi berkata, โ€œSeperti dua gunung besarโ€ HR Al-Bukhari no 47 Al-Khotthoobi berkata ุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุฃูŽูŠู’ ุนูŽุฒููŠู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู’ู…ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุบู’ุจูŽุฉู ูููŠ ุซูŽูˆูŽุงุจูู‡ู โ€œIhtisaabanโ€ yaitu azimah tekad yaitu ia berpuasa karena berharap pahala dari Allahโ€ Fathul Baari 4/115 Kedua Beribadah disertai dengan niat mencari kemaslahatan dunia yang dizinkan oleh syariโ€™at Banyak dalil yang menunjukan akan hal ini, diantaranya firman Allah ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุบููˆุง ููŽุถู’ู„ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ โ€œTidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia rezki hasil perniagaan dari Tuhanmuโ€ QS Al-Baqoroh 198 Para ulama telah sepakat bahwa seseorang yang melaksanakan ibadah haji sambil berdagang maka hajinya sah, berdasarkan ayat ini. Tentunya seseorang yang berhaji sambil berdagang tidaklah ia memaksudkan dengan perdagangannya untuk Riyaโ€™. Karenanya perdagangannya tersebut bukanlah kesyirikan. Akan tetapi niatnya adalah ia berhaji sambil berdagang, dan berdasarkan ayat ini Allah membolehkan niat seperti ini. Contoh lagi sabda Nabi ๏ทบ ุฏูŽุงูˆููˆู’ุง ู…ูŽุฑู’ุถูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู โ€œObati orang-orang sakit diantara kalian dengan sedekahโ€ Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhiib no 744 Hadits ini menunjukan akan bolehnya seseorang bersedekah dengan niat agar orang yang sakit dari keluarganya disembuhkan oleh Allah dengan sebab sedekah tersebut. Nabi juga bersabda ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฑู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุจู’ุณูŽุทูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูู†ูŽุณู‘ูŽุฃูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู„ู’ ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู โ€œBarang siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturahmiโ€ HR Al-Bukhari no 2067 dan Muslim no 2557 Hadits ini jelas menunjukan akan bolehnya seseorang bersilaturahmi dengan niat agar dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya. Bahkan Allah berfirman ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง ูขูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. QS At-Tholaaq 2-3 Ayat ini jelas bahwsanya boleh seseorang bertakwa kepada Allah dengan niat agar diberi jalan keluar oleh Allah dan diberi rizki dari arah yang tidak ia persangkakan. Sebagian ulama menyangka bahwasanya jika dalam ibadah tercampurkan/tersyarikatkan niat-niat keduniaan maka ibadah tersebut tidak sah. Akan tetapi hal ini merupakan kesalahan. Al-Imam Al-Qoroofi salah seorang ulama besar dari madzhab Maliki telah menjelaskan dengan gamblang tentang perbedaan antara Riyaโ€™ dengan mencampurkan niat keduniaan dalam ibadah. Al-Qorofi rahimahullah berkata โ€œPerbedaan yang ke 102, antara kaidah Riyaโ€™ dalam peribadatan dengan kaidah tasyriik mencampurkan niat keduaniaan-pen dalam ibadah. Ketahuilah bahwasanya Riyaโ€™ dalam peribadatan adalah syirik, serta mempersyerikatkan bersama Allah dalam ketaatannya. Dan hal ini melazimkan kemaksiatan dan dosa, serta batilnya ibadah tersebutโ€ฆ. Penjelasan kaidah Riyaโ€™ ini dan rahasainya adalah seseorang mengamalkan suatu amalan yang diperintahkan untuk bertaqorrub dan dia memaksudkan dengan amalan tersebut wajah Allah dan juga agar orang-orang mengagungkannya atau sebagian orang, maka dengan diagungkannya dia maka sampailah kemanfaatan orang-orang tersebut kepadanya atau ia terhindarkan dari gangguan mereka. Ini adalah kaidah dari salah satu dari dua model Riyaโ€™. Adapun model yang lain, yaitu ia beramal dengan suatu amalan yang ia sama sekali tidak mengharapkan wajah Allah, akan tetapi ia hanya ingin pengagungan/sanjungan manusia saja. Model ini dinamakan dengan riya yang ikhlas, adapun model yang pertama dinamakan dengan Riyaโ€™ syirik, karena model ini tidak ada pensyarikatan semata-mata mengharapkan pujian manusia saja, adapun model yang pertama pensyarikatan antara manusia dan Allahโ€ฆ. Adapun hanya sekedar pensyarikatan โ€“seperti seseorang yang berjihad untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dengan berjihad dan juga untuk memperoleh harta gonimah- maka hal ini tidaklah memudhorotkannya, serta ijmak kesepakatan/consensus ulama bahwasanya hal ini tidak haram baginya, karena Allah menjadikan harta gonimah dalam ibadah jihad. Maka tentunya ada perbedaan antara seseorang yang berjihad agar orang-orang mengatakan โ€œia adalah seorang pemberaniโ€, atau agar sang imam/pemimpin negara menghormatinya sehingga memberikannya banyak harta dari baitul maal, maka hal ini dan yang semisalnya adalah Riyaโ€™ yang haram. Berbeda dengan seseorang yang berjihad untuk memperoleh budak tawanan wanita, hewan tunggangan perang, dan persenjataan musuh, maka hal ini tidaklah memudorotkannya, padahal ia telah mensyerikatkan niatnya-pen. Dan tidaklah dikatakan bahwasanya hal ini adalah riya, karena Riyaโ€™ adalah ia beramal agar makhluk Allah melihatnyaโ€ฆ maka barangsiapa yang tidak melihat dan tidak memandang maka tidaklah dikatakan pada suatu amalan โ€“dari sisinya- adalah Riyaโ€™. Harta gonimah dan yang semisalnya tidaklah dikatakan ia melihat atau memandang, maka tidaklah benar jika dikatakan lafal Riyaโ€™ kepada benda-benda ini karena mereka tidak melihat. Demikian pula seseorang yang haji lalu mensyarikatkan dalam hajinya maksud untuk berdagang, yaitu mayoritas tujuannya atau bahkan seluruhnya adalah bersafar untuk berdagang secara khusus, dan hajinya โ€“ia maksudkan atau tidak- akan tetapi hanya bersifat mengikuti tujuan dagangnya. Hal ini juga tidaklah merusak keabsahan hajiaya, dan tidak menimbulkan dosa dan kemaksiatan. Demikian pula orang yang berpuasa agar tubuhnya sehat, atau agar hilang penyakitnya yang bisa disembuhkan dengan puasa, maka jadilah penyembuhan merupakan tujuannya atau diantara tujuannya dan puasa dibarengkan dalam tujuannya. Lalu ia melakukan puasa disertai dengan tujuan-tujuan ini. Hal ini tidaklah merusak puasanya, bahkan Nabi ๏ทบ telah memerintahkan dalam sabdanya, โ€œWahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang telah mampu maka menikahlah, barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa bisa menjadi perisai baginyaโ€, yaitu pemutus syahwatnya. Maka Nabi memerintahkan berpuasa untuk tujuan ini, jika hal ini bisa merusak keabsahan puasa, tentunya Nabi tidak akan memerintahkan hal ini dalam peribadatan, dan juga tidak menyertakan tujuan ini dalam niat ibadah. Diantaranya juga orang yang memperbarui wudunya agar lebih segar dan lebih bersih. Seluruh tujuan-tujuan ini tidaklah terdapat padanya pengagungan makhluk. Akan tetapi hanyalah pensyerikatan perkara-perkara kemaslahatan yang tidak memiliki indra, dan tidak bisa memiliki indra penglihatan dan tidak layak untuk diagungkan. Maka hal ini tidaklah merusak keabsahan ibadahโ€ฆ Benar bahwasanya tujuan-tujuan ini yang mencampuri ibadah bisa jadi mengurangi ganjaran ibadah. Ibadah yang tujuannya murni dan bersih dari tujuan-tujuan duniawi ini maka pahalanya lebih besar dan banyak. Adapun dosa dan batilnya ibadah maka tidaklah ada dalilnyaโ€ Al-Furuuq li Al-Qoroofi, tahqiq Umar Hasan Al-Qiyyaam, Muassasah Ar-Risalah, cetakan pertama 3/10-12 Akan tetapi tentunya ada perbedaan antara seseorang yang niatnya murni semata-mata karena mencari ganjaran akhirat, lantas setelah itu ia memperoleh kenikmatan-kenikmatan dunia. Maka orang yang seperti ini tentunya tidak berkurang sama sekali pahalanya. Berbeda dengan seseorang yang sejak awal beribadah dalam niatnya sudah tercampur niat keduniaan untuk memperoleh harta dunia maka orang inilah yang pahalanya berkurang. Lihat Ihkaam Al-Ahkaam karya Ibnu Daqiiq al-Ied hal 492, tahqiq Mushthofa syaikh, terbitan Muassasah Ar-Risalah, cetakan pertama Seorang yang berjihad niatnya semata-semata untuk menegakkan kalimat Allah dan berharap ganjara akhirat, lantas setelah itu ia memperoleh gonimah harta rampasan perang musuh maka pahalanya sempurna. Karenanya Nabi ๏ทบpun serta para sahabat mengambil harta rampasan perang. Berbeda halnya dengan seseorang yang sejak awal berangkat berjihad niatnya sudah tercampur dengan tujuan untuk memperoleh harta rampasan perang. Nabi ๏ทบ bersabda ; ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุบุงูŽุฒููŠูŽุฉู ุชูŽุบู’ุฒููˆ ูููŠ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽูŠูุตููŠู’ุจููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠู’ู…ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุชูŽุนูŽุฌู‘ูŽู„ููˆุง ุซูู„ูุซูŽูŠู ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุซู‘ูู„ูุซู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุตููŠู’ุจููˆุง ุบูŽู†ููŠู’ู…ูŽุฉู‹ ุชูŽู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑูู‡ูู…ู’ โ€œTidaklah ada pasukan yang berjihad di jalan Allah lalu memperoleh harta gonimah kecuali mereka telah menyegerakan dua pertiga pahala akhirat mereka, dan tersisa bagi mereka sepertiga pahala akhirat mereka. Jika mereka tidak memperoleh gonimah maka sempurnalah pahala merekaโ€ HR Muslim no 1905 Karenanya mungkin kita bisa membagi permasalahan ini dalam beberapa bagian berikut Pertama Seseorang yang beribadah murni karena riyaโ€ฆ, sama sekali tidak terbetik dalam hatinya keinginan untuk meraih pahal akhirat. Riya yang seperti ini jika selalu terjadi dalam peribadatan, maka hampir-hampir tidak dilakukan oleh seorang muslim, akan tetapi terjadi para orang-orang munafik Kedua Seseorang yang beribadah dengan Riyaโ€™, ia mengharapkan wajah Allah, ia mengharapkan ganjaran akhirat, akan tetapi ia juga mengharapkan pujian manusia, sanjungan dan pengagungan dari mereka terhadap dirinya. Inilah Riyaโ€™ yang sering menimpa kaum muslimin. Ketiga Seseorang yang tatkala beribadah sama sekali tidak terbetik dalam hatinya untuk memperoleh ganjaran akhirat, akan tetapi niatnya murni untuk mencari perkara duniawi, inilah yang dinamakan oleh Al-Qoroofi dengan Riya nya ikhlas. Allah berfirman ููŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ุงู‚ู Maka di antara manusia ada orang yang bendoa โ€œYa Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di duniaโ€, dan Tiadalah baginya bahagian yang menyenangkan di akhirat. QS Al-Baqoroh 200 Keempat Seseorang yang beribadah murni ikhlas karena Allah, dan tidak ada dalam niatnya untuk memperoleh pujian manusia, dan juga tidak ada niat untuk memperoleh tujuan duniawi. Maka orang seperti ini pahalanya sempurna, meskipun setelah itu ternyata ia memperoleh perkara-perkara dunia, baik dipuji atau memperoleh harta dunia karena amalannya maka sama sekali tidak mempengarui kesempurnaan pahalanya. Hal ini seperti seseorang yang setelah beramala sholeh lalu ia dipuji orang lain, dan kemudian dalam hatinya terbetik rasa gembira dengan pujian tersebut. Maka ini tidaklah mempengaruhi kesempurnaan pahala ibadanya yang telah ia kerjakan dengan ikhlas tidak mengharapkan pujian manusia. Ada yang menanyakan pada Rasulullah ๏ทบ, ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุนูŽุงุฌูู„ู ุจูุดู’ุฑูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ยป. โ€œBagaimana pendapatmu dengan orang yang melakukan suatu amalan kebaikan, lalu setelah itu dia mendapatkan pujian orang-orang. Nabi ๏ทบ mengatakan, โ€œItu adalah berita gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan.โ€ HR Muslim no 2642. An-Nawawi rahimahullah mengatakan, โ€œIni pertanda bahwa Allah ridho dan mencintainya. Lalu Allah menjadi makhluk/manusia mencintainya pulaโ€ Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 16/189 Demikian pula seseorang yang berjihad ikhlas dan tidak terbetik dalam hatinya untuk mecari gonimah, lantas setelah itu iapun memperoleh harta gonimah. Kelima Seseorang yang beribadah ikhlas karena mengharapkan wajah Allah, akan tetapi ia menyertakan dalam niatnya tujuan-tujuan yang lain, maka kondisi orang ini ada tiga kemungkinan Tujuan-tujuan tersebut juga merupakan tujuan yang mulia dan berkaitan dengan akhirat. Maka orang seperti ini memperoleh ganjaran yang ganda berdasarkan niat gandanya. Contohnya seseorang imam yang sengaja memperpanjang rukuโ€™nya karena ia merasa ada makmum yang terlambat yang segera ingin rukuโ€™ bersamanya agar memperoleh pahala rakaโ€™at. Maka imam ini telah melakukan dua kebaikan. Al-Iz bin Abdis Salaam berkata, โ€œApakah perbuatan seorang imam yang menunggu makmum masbuq agar mendapatkan rukuโ€™ termasuk kesyirikan?. Aku katakan bahwsanya sebagian ulama menyangka perkaranya demikian, akan tetapi perkaranya tidak sebagaimana yang mereka sangka. Justru hal ini adalah bentuk mengumpulkan dua qurbah amal sholeh, karena membantu makmum untuk mendapatkan rukuโ€™ dan ini merupakan amal sholeh tersendiriโ€ Qowaaโ€™id Al-Ahkaam Fi Mashoolih al-Anaam, karya Al-Izz bin Abdis Salaam 1/212, tahqiq DR Utsman Jumโ€™at, Daarul Qolam Lalu Al-Izz bin Abdis Salaam menyebutkan dalil akan hal ini, yaitu bahwasanya ada seseorang yang sholat sendirian lalu Nabi ๏ทบ berkata, โ€œุฃูŽู„ุข ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽูŠูุตูŽู„ูŽููŠูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูุŸโ€ Adakah seseorang yang bersedekah terhadap orang ini, lalu sholat berjamaโ€™ah bersamanya?. HR Abu Dawud 574 dan dishahihkan oleh Al-Akbani. Lalu ada seseorang yang sholat bersama orang tersebut. Dan Nabi tidak menjadikan amalan ini sebagai suatu bentuk Riyaโ€™ atau kesyirikan Lihat Qowaaโ€™idul Ahkaam 1/213. Dalil lain yang menunjukan akan hal ini adalah sabda Nabi ๏ทบ ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูŽู‚ููˆู’ู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูุฑููŠู’ุฏู ุฃูŽู†ู’ ุฃูุทูŽูˆู‘ูู„ูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุงุŒ ููŽุฃูŽุณู’ู…ูŽุนู ุจููƒุงุกูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ูุŒ ูุฃุชูŽุฌูˆุฒูุ› ูƒุฑุงู‡ููŠูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูู‡ู โ€œSungguh aku hendak sholat dan aku ingin memperpanjang sholatku, lalu aku mendengar tangisan anak kecil, maka akupun meringankan/mempercepat sholatku kawatir memberatkan ibunyaโ€ HR Abu Dawud no 755 dan dishahihkan oleh Al-Albani ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‚ูู„ุงูŽุจูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุกูŽู†ูŽุง ู…ูŽุงู„ููƒู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุญููˆูŽูŠู’ุฑูุซู ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูุตูŽู„ู‘ููŠ ุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ Dari Abu Qilabah ia berkata, โ€œMalik bin Al-Huwairits radhiallahu anhu datang di masjid kami ini, lalu ia berkata, โ€œSesungguhnya aku akan sholat mengimami kalian, dan sebenarnya aku tidak ingin sholat, aku sholat sebagaimana aku melihat Nabi shlallallalhu alaihi wa sallam sholatโ€ HR Al-Bukhari no 677. Al-Hafiz Ibnu Hajr berkata, โ€œMalik bin al-Huwaits memandang bahwa mengajari tata cara sholat dengan praktek lebih jelas dari pada dengan perkataan. Ini dalil akan bolehnya hal ini, dan hal ini tidak termsuk dlam bab kesyirikan dalam ibadahโ€ Fathul Baari 2/163 Tujuan-tujuan tersebut berkaitan dengan dunia, akan tetapi diperbolehkan dalam syariโ€™at berdasarkan dalil-dalil yang ada. Seperti seseorang yang bersilaturahmi selain ingin memperoleh pahala dari Allah ia juga ingin diperpanjang umurnya dan ditambah rizkinya. Atau seseorang yang bersedekah selain karena berharap pahala akhirat ia juga ingin sedekah tersebut sebagai sebab kesembuhan penyakit salah satu anggota keluarganya. Maka dzohir dalil-dalil tersebut menunjukan bahwa niat-niat keduniaan seperti ini tidak mengurangi kesempurnaan pahala ibadahnya. Karena tidak mungkin Nabi ๏ทบ memotivasi untuk beribadah dengan ganjaran dunia yang bisa mengurangi kesempurnaan pahala akhirat. Nabilah yang memotivasi untuk memperpanjang umur dan lapangnya rizki dengan bersilaturahmi. Tujuan-tujuan tersebut berkaitan dengan dunia, akan tetapi tidak ada nash/dalil khusus yang menjelaskan akan kebolehannya. Contoh tidak ada dalil bahwasanya jika seseorang menjadi imam masjid lantas akan dilapangkan rizkinya, atau seseorang yang berdakwah akan ditambah rizkinya. Maka kondisi orang yang seperti ini ada dua model Perkara dunia yang menjadi tujuannya ternyata ia tujukan untuk amalan akhirat. Contohnya seseorang yang menjadi imam dengan niat untuk memperoleh upah imam, lantas ia niatkan upah tersebut untuk menjalankan amal sholeh, seperti untuk berbakti kepada kedua orangtuanya, atau agar bisa bersedekah pada fakir miskin, dsb. Maka dzohirnya ia sama dengan model yang 1 di atas, yang memiliki tujuan ganda tapi seluruhnya merupakan tujuan akhirat. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, โ€œYang mustahab/disunnahkan adalah seseorang mengambil upah untuk bisa berhaji, bukan berhaji untuk mengmbil upah. Hal ini berlaku bagi seluruh upah yang diambil dari amal sholeh. Barang siapa yang mencari rizki mengambil upah agar bisa belajar atau agar bisa mengajar atau untuk berjihad maka baik. Sebagaimana datang dari Nabi ๏ทบ bahwasanya beliau bersabda ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุบู’ุฒููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆู’ู†ูŽ ุฃูุฌููˆู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุซูŽู„ู ุฃูู…ู‘ู ู…ููˆู’ุณูŽู‰ ุชูุฑู’ุถูุนู ุงุจู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฃู’ุฎูุฐู ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ูŽุง โ€œPermisalan orang-orang yang berperang berjihad dari umatku dan mengambil upah mereka gonimah dan lain-lain -pen seperti ibunya nabi Muasa yang menyusui ibunya lalu mengambil upahnyaโ€ Dilemahkan oleh Syaikh Al-Albani Nabi menyamakan mereka para mujahid dengan seseorang yang melakukan suatu pekerjaan karena suka dengan pekerjaan tersebut, sebagaimana ibunya Musa yang menyusui Nabi Musa. Hal ini berbeda dengan wanita penyusu sewaanโ€ฆ Adapun orang yang berbuat dalam bentuk amal sholeh agar bisa memperoleh rizki maka ini termasuk amalan dunia. ููŽููŽุฑู’ู‚ูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ู…ูŽู‚ู’ุตููˆู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุณููŠู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽู‚ู’ุตููˆู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุณููŠู’ู„ูŽุฉู‹ Maka berbeda antara seseorang yang agama merupakan tujuannya dan dunia hanyalah wasilah/perantara dengan seseorang yang dunia merupakan tujuan sedangkan agama adalah wasilah/perantaranya. Orang yang seperti ini dzohirnya ia tidak akan memperoleh bagian di akhiratโ€ Majmuโ€™ Fatawa Ibnu Taimiyyah 26/19-20 Perkara dunia yang menjadi tujuannya adalah tidak ia kaitkan dengan tujuan akhirat. Seperti contohnya ia hanya ingin memperoleh upah imam dalam rangka tujuan-tujuan duniawi murni, maka inilah yang mengurangi kesempurnaan pahala akhirat dan ibadah yang ia lakukan. Ditulis oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, MA Judul Berjihad Melawan Riyaโ€™ Series Makasegala penyakit -penyakit/kotoran-kotoran yang bisa menghancurkan keikhlasan atau mengotori keikhlasan kita, maka kita harus hindari. Di antara penyakit yang paling berbahaya yang bisa merusak keikhlasan kita adalah dua penyakit besar yaitu riya' dan ujub. Dan semacam dengan riya' adalah sum'ah. Ada beberapa perkara yang disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata tidak merusak keikhlasan. Salah satu perkara tersebut adalah Beramal dalam rangka mencari surga. Sebagian orang terlalu berlebihan dan salah faham tentang keikhlasan. Orang yang beramal sholeh karena mencari surga dinamakan oleh Robiโ€™ah al-Adawiyah dengan โ€œPekerja yang burukโ€. Ia berkata ู…ูŽุง ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุฎูŽูˆู’ูู‹ุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูุจู‘ู‹ุง ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูู‡ู ููŽุฃูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกูุŒ ุจูŽู„ู’ ุนูŽุจูŽุฏู’ุชูู‡ู ุญูุจู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽูˆู’ู‚ู‹ุง ุฅูู„ูŽูŠู‡ู โ€œAku tidaklah menyembahNya karena takut neraka, dan tidak pula karena berharap surgaNya sehingga aku seperti pekerja yang buruk. Akan tetapi aku menyembahNya karena kecintaan dan kerinduan kepadaNyaโ€ Ihyaaโ€™ Uluum ad-Diin 4/310 Demikian juga Al-Ghozali mensifati orang yang seperti ini dengan orang yang ablah dungu. Ia barkata, ููŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ู ูู„ุฃูŽุฌู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุนูŽุงู…ูู„ูŒ ู„ูุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ูˆูŽููŽุฑู’ุฌูู‡ู ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุฌููŠู’ุฑู ุงู„ุณู‘ููˆู’ุกู ูˆูŽุฏูŽุฑูŽุฌูŽุชูู‡ู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠูŽู†ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุจูุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูุฐู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุฐูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุฌูŽุงูˆูุฒู ุฐููƒู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ูููƒู’ุฑู ูููŠู’ู‡ู ู„ูุฌูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู โ€ฆ ูˆูŽู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุฃูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู„ู’ุชูููŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ูƒููˆู’ุญู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู’ู…ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู โ€œSeseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan derajatnya adalah derajat al-balah orang dungu, dan sesungguhnya ia meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah orang dungu. Adapun ibadah orang-orang ulil albab yang cerdas maka tidaklah melewati dzikir kepada Allah dan memikirkan tentang keindahanNyaโ€ฆ.maka mereka lebih tinggi derajatnya dari pada derajatnya orang-orang yang mengharapkan bidadari dan makanan di surgaโ€ Ihyaa Uluumid Diin 3/375 Tentunya ini adalah pendapat yang keliru. Bisa ditinjau dari beberapa sisi Pertama Allah telah mensifati para nabi dan juga pemimpin kaum mukminin bahwasanya mereka beribadah kepada Allah dalam kondisi takut dan berharap. Allah berfirman ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุญู’ุฐููˆุฑู‹ุง ูฅูง Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang harus ditakuti. QS Al-Isroo 57 Allah berfirman tentang Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุตู’ุฑููู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ูฆูฅ Dan orang-orang yang berkata โ€œYa Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekalโ€.QS Al-Furqoon 65 Nabi Ibrahim alaihis salaam berkata dalam doanya ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุนููŠู…ู ูจูฅูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ุฃุจููŠ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ูู‘ูŠู†ูŽ ูจูฆูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ ูจูง Dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, Dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah Termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. QS Asy-Syuโ€™aroo 85-87 Allah memuji Nabi Zakariya dan juga Nabi Yahya alaihima as-salam dalam firmanNya ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุบูŽุจู‹ุง ูˆูŽุฑูŽู‡ูŽุจู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู†ูŽุง ุฎูŽุงุดูุนููŠู†ูŽ ูฉู  Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyuโ€™ kepada kami. QS Al-Anbiyaa 90 Demikian juga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terlalu banyak doa-doa beliau meminta surga dan terjauhkan dari neraka. Kedua Bahkan Allah mensifati para ulil albab orang-orang yang berakal dan cerdas bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka dan mengharapkan janji Allah. Yang ini jelas bantahan terhadap Al-Ghozali yang menganggap orang yang mengharapkan surga dan takut neraka sebagai orang yang dungu. ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃุฑู’ุถู ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูกูฉูกุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎู’ุฒูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูกูฉูขุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู†ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽุงุฏููŠู‹ุง ูŠูู†ูŽุงุฏููŠ ู„ูู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ุขู…ูู†ููˆุง ุจูุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ููŽุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽููู‘ุฑู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฃุจู’ุฑูŽุงุฑู ูกูฉูฃุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุขุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูุฎู’ุฒูู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ุง ุชูุฎู’ู„ููู ุงู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏูŽ ูกูฉูค Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata โ€œYa Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu โ€œBerimanlah kamu kepada Tuhanmuโ€, Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.โ€ QS Ali Imroon 191-194 Ketiga Setelah Allah menyebutkan tentang kenikmatan-kenikmatan di surga lalu Allah memerintahkan para hambaNya untuk saling berlomba-lomba dalam memperolehnya. ูˆูŽูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงููŽุณู ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุงููุณููˆู†ูŽ ูขูฆ dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. QS Al-Muthoffifin 26 Keempat Terlalu banyak ayat dalam al-Qurโ€™an yang menjelasan tentang nikmat-nikmat surga. Maka jika seseorang tercela mengharapkan kenikmatan surga maka seakan-akan Allah telah menyesatkan hamba-hambaNya dengan mengiming-iming mereka dengan nikmat surga. Demikian juga halnya Allah sering menyebutkan tentang perihnya adzab neraka. Kelima Diantara kenikmatan surga โ€“bahkan yang merupakan puncak kenikmatan- adalah melihat wajah Allah. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta kepada Allah nikmat ini, sebagaimana dalam doanya ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููŽูƒ ู„ูŽุฐู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽูˆู’ู‚ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู„ูู‚ูŽุงุฆููƒู โ€œDan aku memohon keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk bertemu denganMuโ€ HR An-Nasaai no 1305 dan dishahihkan oleh Al-Albani Orang yang mengaku tidak berharap kenikmatan surga, maka apakah ia tidak ingin melihat wajah Allah?!! Keenam Banyak hadits yang mempersyaratkan โ€œpengharapan ganjaran dari Allahโ€ pada sebuah amalan. Contohnya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู โ€œBarang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan berharap maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€ HR Al-Bukhari no 38 dan Muslim no 760 ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉูŽ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŒุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุฏู’ููŽู†ูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฌู’ุฑูุŒ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู‚ููŠู’ุฑูŽุงุทูŽุงู†ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู„ูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽูŠู’ู†ู โ€œBarangsiapa yang mengikuti janazah muslim karena keimanan dan mengharapkan ganjaran dari Allah hingga disholatkan jenazah tersebut maka bagi dia qirot pahala, dan barangsiapa yang menghadiri janazah hingga dikubur maka baginya dua qirot pahalaโ€. Maka dikatakan, โ€œWahai Rasulullah, apa itu dua qirot?โ€, Nabi berkata, โ€œSeperti dua gunung besarโ€ HR Al-Bukhari no 47 Al-Khotthoobi berkata ุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุฃูŽูŠู’ ุนูŽุฒููŠู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู’ู…ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุบู’ุจูŽุฉู ูููŠ ุซูŽูˆูŽุงุจูู‡ู โ€œIhtisaabanโ€ yaitu azimah tekad maksudnya ia berpuasa karena berharap pahala dari Allahโ€ Fathul Baari 4/115 Kota Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, 24-10-1433 H / 11 September 2012 M Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
Tidakada keikhlasan dalam beribadah dan beramal. Apa yang telah disedekahkan harus diumumkan dan harus diketahui masyarakat. Boleh saja sedekah diumumkan dengan niat agar orang lain mengikutinya. Jadi sangat tergantung pada niat. Penyakit kelima adalah kikir. Seseorang yang dihinggapi penyakit ini sangat susah mengeluarkan hartanya untuk
Gak nyangka, hal-hal kecil ini biasa kita lakukan... Selama ini, kita cenderung berpikir bahwa hanya hal-hal besar yang memiliki kemungkinan untuk merusak bumi. Contohnya, pencemaran udara oleh asap-asap yang bergumul pekat dari cerobong pabrik, limbah tekstil yang dibuang begitu saja ke sungai, efek rumah kaca yang mengakibatkan es di kutub mencair dan lain tahu gak sih? Ternyata ada hal-hal kecil yang biasa kita lakukan, tapi punya potensi besar untuk merusak lingkungan. Kita gak bakal nyangka seberapa berbahaya hal-hal berikut, apalagi jika dilakukan secara massal. Apa sajakah?1. Penggunaan plastik yang pikirkan, berapa banyak plastik yang kita gunakan setiap harinya? Beli sayur di pasar, dibungkus pakai plastik. Siang-siang mendadak kehausan? Beli es teh yang dibungkus pakai plastik. Belanja bulanan di supermarket?Lagi-lagi plastik-lah yang jadi pembungkusnya. Begitu terbiasanya kita dengan plastik, hingga segala hal yang ada di sekitar kita pun menggunakan plastik. Dan kita menganggap tidak ada yang salah dari hal plastik membutuhkan waktu hingga 1000 tahun untuk terurai. Sudah berapa banyak generasi manusia yang tercipta dalam kurun waktu tersebut, sementara plastik itu sendiri tak kunjung terurai? Memang, tidak mudah untuk mengubah kebiasaan yang sudah sedemikian mendarah daging, namun kita tetap bisa membiasakan diri untuk hidup tanpa menggunakan tote bag ketika belanja, memakai sedotan stainless atau menggunakan botol air yang bisa digunakan berulang kali pun memiliki efek bagi lingkungan. Apalagi, jika kita melakukan effort lebih dengan mengajak keluarga serta teman untuk melakukan hal yang sama. One action is better than nothing at all, right?2. Membuang-buang makanan yang masih nggak sih begitu tau bahwa Indonesia berada di urutan kedua dalam daftar negara yang menyumbang food waste terbesar? Padahal, kita semua diajarkan sedari kecil untuk tidak membuang-buang belahan dunia yang lain, masih ada orang-orang yang kelaparan dan mengalami malnutrisi akibat kurangnya makanan yang layak. Menurut laman Food and Agriculture Organization of United Nations FAO, diperkirakan sekitar 1/3 makanan yang masih layak berujung menjadi hanya tidak etis, food waste juga menjadi polemik global sebab dianggap menyia-nyiakan tanah, air, energi, tenaga kerja serta sumber daya alam lain yang digunakan untuk memproduksi makanan. FAO juga mencatat bahwa ada 1,3 triliun ton makanan yang hilang setiap tahunnya, dengan rincian 10 persen kehilangan saat produksi, 7 persen saat pengolahan pasca panen & distribusi, 1 persen kehilangan saat proses pengolahan, 6 persen kehilangan saat pemasaran dan 9 persen saat tahap konsumsi. Miris ya?3. Pembuangan limbah baterai dan sampah elektronik yang tidak mungkin pernah diajari cara mendaur ulang sampah kertas atau plastik, namun rasanya sangat jarang mendapat edukasi terkait cara membuang limbah berbahaya. Sebut saja sampah baterai yang tidak lagi terpakai, apakah harus kita buang begitu saja di tempat sampah biasa?Jawabannya tidak. Limbah baterai mengandung merkuri, timbal dan bahan kimia berbahaya lainnya yang berbahaya bagi makhluk hidup, terlebih bagi satwa liar maupun biota pula dengan sampah elektronik lain, seperti kabel, gadget yang tak terpakai, televisi dan lain sebagainya. Idealnya, limbah elektronik diolah di tempat pengolahan khusus limbah berbahaya. Namun, di Indonesia sendiri pengolahan limbah elektronik belum begitu seluruh dunia, hanya ada 41 negara yang memiliki pengolahan limbah elektronik. Padahal, setiap tahunnya, ada 20-50 juta ton sampah elektronik yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan hanya 10-18 persen yang didaur ulang. Baca Juga 7 Benda yang Paling Mencemari Laut, Yuk Segera Kurangi Penggunaannya! 4. Mencuci muka hasilkan micro beads yang berbahaya bagi satwa menjumpai bulir-bulir kecil pada produk face wash atau scrub yang kita pakai? Benda itu merupakan microbeads, sejenis plastik berukuran mikro yang biasa ditemukan di berbagai produk kecantikan. Microbeads berukuran antara 5ฮผm hingga 1mm dan terbuat dari polimer sintetik seperti polyethylene, polylactic acid PLA, polypropylene, polystyrene atau polyethylene berukuran mini, nyatanya dampak negatif dari microbeads cukup berbahaya, lho! Terlebih, bagi biota laut seperti ikan, karena microbeads tidak mudah hancur dan microbeads tak sengaja tertelan oleh biota laut, ia akan merusak sistem pencernaan hewan tersebut. Ikan-ikan berukuran kecil akan salah menduga bahwa microbeads adalah makanannya dan akan menimbulkan kerusakan organ dan kematian dalam jangka Mengonsumsi daging hal yang wajar jika manusia mengonsumsi daging hewan. Nutrisi di dalamnya pun sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, tahukah kamu bahwa industri peternakan menyumbang gas metana dalam jumlah yang cukup besar?Gas metana sendiri merupakan gas rumah kaca yang paling banyak diproduksi di dunia dan menyebabkan pemanasan global. Gas metana dihasilkan dari kotoran hewan dan fermentasi banyak kebutuhan akan daging hewan, maka semakin banyak pula hewan yang dipelihara dan menyebabkan jumlah gas metana kian meningkat. Gas metana dari sapi mencapai 14,5 persen dari total emisi gas rumah kaca di dunia. Padahal, metana mempertipis lapisan ozon yang melindungi bumi, sehingga suhu bumi perlahan-lahan meningkat. Ngeri ya?6. Pembakaran mesin kendaraan pribadi menyumbang polusi sudah memasuki usia 17 tahun, biasanya orangtua kita akan menawarkan kendaraan pribadi, baik motor atau mobil, untuk dipakai sehari-hari. Bagi kita, mengendarai kendaraan pribadi merupakan prestise. Namun, semakin banyak kendaraan pribadi ternyata berbahaya bagi bumi, gas buangan dari kendaraan pribadi mengandung hidrokarbon dan nitrogen oksida yang bereaksi bersama sinar matahari untuk meningkatkan ozon. Karbon monoksida juga ikut diproduksi yang mengancam kesehatan manusia sekaligus berkontribusi signifikan pada pemanasan global. Idealnya, akan lebih baik jika kita menggunakan kendaraan umum atau transportasi massal, meskipun kendaraan umum sendiri masih belum terlalu memadai di negara Penggunaan air conditioner AC yang lagi terik-teriknya? Gak usah khawatir! Di zaman yang serba canggih ini, kamu hanya perlu menghidupkan AC dan dalam hitungan menit, ruangan akan dingin seketika. Meski praktis dan berguna, nyatanya AC menyimpan efek negatif juga, dikenal sebagai peralatan elektronik yang mengonsumsi daya listrik yang cukup besar. AC berkapasitas 1 PK saja membutuhkan 800-900 watt listrik. Selain boros listrik, AC juga menyumbang pada peningkatan gas rumah senyawa hydroflourocarbons HFC yang berkontribusi pada global warming. Menggunakan AC secara bijak dan mematikannya di saat tidak dibutuhkan adalah solusi kecil untuk peduli pada hal-hal kecil yang biasa kita lakukan namun berpotensi untuk merusak lingkungan. Gak nyangka kan? Oleh karena itu, merupakan tugas kita semua untuk turut serta menjaga bumi serta melakukan segala sesuatu dengan bijak. Satu aksi kecil tentu lebih baik dibanding diam dan tak melakukan apapun, benar kan? Baca Juga Tidak Kalah Mengancam Kita! Simak 7 Trivia Seputar Polusi Cahaya Ini
Adabeberapa hal yang bisa merusak keikhlasan yaitu: Riya' ialah memperlihatkan suatu bentuk ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu orang-orangpun memujinya. Terdapat bentuk detail dari perbuatan riya' yang sangat tersembunyi, atau disebut dengan riya' khafiy' yaitu: 1. Selainitu, beberapa doa yang dianjurkan dalam pelaksanaan wukuf ada baiknya juga kita baca agar semakin memperkuat dan menambah keimanan kita saat melaksanakan ibadah haji. Dilansir dari laman resmi NU, berikut ini kami telah rangkum beberapa doa dan bacaan saat pelaksanaan wukuf: 2 dari 5 halaman. 1. Tahmid. Wukuf adalah salah satu dari rukun .